Kamis, 04 Februari 2016

CERPEN ( masih kurang rapi dalam kata-kata )



Namaku adalah riri, aku suka sekali dengan film yang berjudul magic hours. Kenapa, karena aku juga suka hujan, setiap aku menontonnya, baik di bioskop maupun di televisi, aku selalu baper, tahu baper kan? Baper adalah bawa perasaan. Aku selalu baper karena aku menangis ketika menonton film itu. Tak tahu kenapa ceritanya begitu menyentuh seperti aku ada dalam cerita tersebut. Sebenarnya sih aku juga punya kisah yang mirip dengan magic hours. Tapi yang aku ingin kasih tau bukan cerita hidupku yang mirip dengan cerita magic hours tetapi ada yang lain yang aku pendam dalam hati ini, sudah lama sih tapi belum berjuta-juta tahun. Emang aku manusia purba, aneh ya aku tuh ! maklumin ajha ya kalo aku kaya gini wajarlah aku itu jonis. Jangan-jangan gak tau apa itu jonis? Jonis itu jomblo manis jadi aku bukan jones, jomblo ngenes. Karena aku gak ngenes-ngenes banget. Aku pernah suka dengan seseorang, namanya dave Aku suka dengannya waktu aku masih kelas 2 SMP. Aku bersekolah di sekolah yang lumayan favorit juga di daerah yang aku tinggali. Agak sombong dikit kagak apa-apa ya. Biar aku senang dikit lah, itung-itung ajha nyenengin orang jomblo biar dapet amal buat entar di kehidupan yang akan datang setelah kehidupan sekarang. Aduh malah jadi khotbah dah aku, kaya penyiar agama yang nyuruh buat tobat karena kiamat sudah dekat. Kita kembali ke cerita yang aku ingin ceritakan ke kalian biar hati ini lega dan gak nyesek lagi, karena aku broken heart atau patah hati gara-gara cerita ini. Rasanya aku ingin nangis lagi deh, huhuhuhu... kita mulai lagi oke, gak bakal aku putus-putus lagi deh ceritanya biar makin seru dan gak bikin bete kalian. Dave adalah adik kelasku, ia masih kelas 1 SMP. Entah mengapa pertama kali aku bertemu dengannya, tiba-tiba tanpa kuminta jantungku berdetatak semakin kencang sekencang angin tornado yang melanda sebuah tempat. Pada waktu itu rasanya aku ingin jatuh pingsan dihadapannya, tapi aku masih punya malu kalo aku pingsan didepannya dia bakal ilfil deh sama aku. Jadi aku kuat-kuatin biar gak pingsan dan biar aku gak malu-maluin temanku yang sedang berjalan menuju sebuah tempat jajan yang bernama kantin. Hhuuuh selamat, aku mampu melewatinya dengan keadaan normal, atau aku tidak pingsan dihadapannya. Entah mengapa ketika aku bertemu atau berpapasan dengannya ketika di sekolah aku selalu merasa deg-degan dan malu gitu. Dan setiap kali aku berpapasan aku selalu menundukkan kepala, aku gak kebayang kalo aku menatap sepasang mata indahnya yang begitu menawan dan memikat hati ini sehingga aku tak bisa jauh darimu. Dan ketika aku jauh darimu, maka timbullah bulir-bulir kerinduan yang menerpa dalam kehidupanku yang dulunya kelam dan tak bewarna, kini berubah 180 derajat. Sekarang ini, hidupku menjadi bewarna dan penuh makna karena kau hadir didalam hidupku. Aku sangat berterimakasih kepada Tuhan karena telah mempertemukanku dengannya, dan kini hidupku menjadi penuh makna dan bewarna. Setiap hari yang aku jalani, aku menjadi sangat semangat karena ada dia didalam hatiku dan hari-hariku. Tapi sayang dia ternyata tak pernah ada rasa denganku. Aku sangat hancur kecewa iya marah dikit sakit hati sangat dan mulai detik itu ketika aku tahu bahwa ternyata dia tak ada rasa denganku dan setiap hal yang kulakukn itu sia-sia itu membuat hari-hariku yang sebelumnya cerah kini menjadi mendung. Tiap detik aku menangisinya, menangis bukan karena aku lemah dan tak kuat tetapi aku menangis karena aku bodoh, kenapa dulu aku bisa mengharapkan orang yang seperti dia. Orang yang tidak bisa diharapkan dan akhirnya hati ku lah yang menjadi terluka dan tersakiti. Mulai saat itu aku pun berusaha dengan sekuat tenaga untuk melupakan kenangan indah dan kebahagian ketika kulihat senyum diwajahnya yang manis itu. Dan aku selalu mengingat hal-hal yang membuat aku tersakiti dan hal yang membuat hati ini patah. Karena aku benci dia. Semakin aku ingin melupakan dia maka semakin ku teringat lagi dengan dia. Oleh karena itu aku tak berniat melupakannya. Aku hanya mencari kesibukan yang membuat aku sibuk dan lama-lama menjadi lupa dengan dia. Tuhan bantu aku untuk move on. Bantu aku untuk melupakannya. Aku tak mau semakin dalam hati ini terluka dan patah. Aku bersyukur karena aku bisa tau ini semua dari awal daripada aku tahu di akhir dan membuat hidupku semakin hancur lagi. Rencana Tuhan pasti indah di akhir jadi jangan pernah takut karena Tuhan tak kan pernah meninggalkanmu sendiran dalam masalah yang melanda hidup.

6 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Hai kak Brigitta!^^ ini first komenku wkwk. Monologue yang bagus, juga cocok untuk curcol. Hehe tetep semangat nge-blog yaa. FIGHTING!!

    BalasHapus
  3. Hai kak Brigitta!^^ ini first komenku wkwk. Monologue yang bagus, juga cocok untuk curcol. Hehe tetep semangat nge-blog yaa. FIGHTING!!

    BalasHapus
  4. Terimakasih, kak denis. Sudah mengunjungi blog saya. Doakan ya kak, semoga saya menulis cerita yang lebih bagus lagi ya... :-)

    BalasHapus
  5. Terimakasih, kak denis. Sudah mengunjungi blog saya. Doakan ya kak, semoga saya menulis cerita yang lebih bagus lagi ya... :-)

    BalasHapus
  6. Terimakasih, kak denis. Sudah mengunjungi blog saya. Doakan ya kak, semoga saya menulis cerita yang lebih bagus lagi ya... :-)

    BalasHapus