Namaku adalah riri, aku
suka sekali dengan film yang berjudul magic hours. Kenapa, karena aku juga suka
hujan, setiap aku menontonnya, baik di bioskop maupun di televisi, aku selalu
baper, tahu baper kan? Baper adalah bawa perasaan. Aku selalu baper karena aku
menangis ketika menonton film itu. Tak tahu kenapa ceritanya begitu menyentuh
seperti aku ada dalam cerita tersebut. Sebenarnya sih aku juga punya kisah yang
mirip dengan magic hours. Tapi yang aku ingin kasih tau bukan cerita hidupku
yang mirip dengan cerita magic hours tetapi ada yang lain yang aku pendam dalam
hati ini, sudah lama sih tapi belum berjuta-juta tahun. Emang aku manusia
purba, aneh ya aku tuh ! maklumin ajha ya kalo aku kaya gini wajarlah aku itu
jonis. Jangan-jangan gak tau apa itu jonis? Jonis itu jomblo manis jadi aku
bukan jones, jomblo ngenes. Karena aku gak ngenes-ngenes banget. Aku pernah
suka dengan seseorang, namanya dave Aku suka dengannya waktu aku masih kelas
2 SMP. Aku bersekolah di sekolah yang lumayan favorit juga di daerah yang aku
tinggali. Agak sombong dikit kagak apa-apa ya. Biar aku senang dikit lah,
itung-itung ajha nyenengin orang jomblo biar dapet amal buat entar di kehidupan
yang akan datang setelah kehidupan sekarang. Aduh malah jadi khotbah dah aku,
kaya penyiar agama yang nyuruh buat tobat karena kiamat sudah dekat. Kita
kembali ke cerita yang aku ingin ceritakan ke kalian biar hati ini lega dan gak
nyesek lagi, karena aku broken heart atau patah hati gara-gara cerita ini.
Rasanya aku ingin nangis lagi deh, huhuhuhu... kita mulai lagi oke, gak bakal
aku putus-putus lagi deh ceritanya biar makin seru dan gak bikin bete kalian.
Dave adalah adik kelasku, ia masih kelas 1 SMP. Entah mengapa pertama kali aku
bertemu dengannya, tiba-tiba tanpa kuminta jantungku berdetatak semakin kencang
sekencang angin tornado yang melanda sebuah tempat. Pada waktu itu rasanya aku
ingin jatuh pingsan dihadapannya, tapi aku masih punya malu kalo aku pingsan
didepannya dia bakal ilfil deh sama aku. Jadi aku kuat-kuatin biar gak pingsan
dan biar aku gak malu-maluin temanku yang sedang berjalan menuju sebuah tempat
jajan yang bernama kantin. Hhuuuh selamat, aku mampu melewatinya dengan keadaan
normal, atau aku tidak pingsan dihadapannya. Entah mengapa ketika aku bertemu
atau berpapasan dengannya ketika di sekolah aku selalu merasa deg-degan dan
malu gitu. Dan setiap kali aku berpapasan aku selalu menundukkan kepala, aku
gak kebayang kalo aku menatap sepasang mata indahnya yang begitu menawan dan
memikat hati ini sehingga aku tak bisa jauh darimu. Dan ketika aku jauh darimu,
maka timbullah bulir-bulir kerinduan yang menerpa dalam kehidupanku yang
dulunya kelam dan tak bewarna, kini berubah 180 derajat. Sekarang ini, hidupku menjadi
bewarna dan penuh makna karena kau hadir didalam hidupku. Aku sangat
berterimakasih kepada Tuhan karena telah mempertemukanku dengannya, dan kini
hidupku menjadi penuh makna dan bewarna. Setiap hari yang aku jalani, aku
menjadi sangat semangat karena ada dia didalam hatiku dan hari-hariku. Tapi sayang
dia ternyata tak pernah ada rasa denganku. Aku sangat hancur kecewa iya marah
dikit sakit hati sangat dan mulai detik itu ketika aku tahu bahwa ternyata dia
tak ada rasa denganku dan setiap hal yang kulakukn itu sia-sia itu membuat
hari-hariku yang sebelumnya cerah kini menjadi mendung. Tiap detik aku
menangisinya, menangis bukan karena aku lemah dan tak kuat tetapi aku menangis
karena aku bodoh, kenapa dulu aku bisa mengharapkan orang yang seperti dia. Orang
yang tidak bisa diharapkan dan akhirnya hati ku lah yang menjadi terluka dan
tersakiti. Mulai saat itu aku pun berusaha dengan sekuat tenaga untuk melupakan
kenangan indah dan kebahagian ketika kulihat senyum diwajahnya yang manis itu. Dan
aku selalu mengingat hal-hal yang membuat aku tersakiti dan hal yang membuat
hati ini patah. Karena aku benci dia. Semakin aku ingin melupakan dia maka
semakin ku teringat lagi dengan dia. Oleh karena itu aku tak berniat
melupakannya. Aku hanya mencari kesibukan yang membuat aku sibuk dan lama-lama
menjadi lupa dengan dia. Tuhan bantu aku untuk move on. Bantu aku untuk
melupakannya. Aku tak mau semakin dalam hati ini terluka dan patah. Aku bersyukur
karena aku bisa tau ini semua dari awal daripada aku tahu di akhir dan membuat
hidupku semakin hancur lagi. Rencana Tuhan pasti indah di akhir jadi jangan
pernah takut karena Tuhan tak kan pernah meninggalkanmu sendiran dalam masalah
yang melanda hidup.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusHai kak Brigitta!^^ ini first komenku wkwk. Monologue yang bagus, juga cocok untuk curcol. Hehe tetep semangat nge-blog yaa. FIGHTING!!
BalasHapusHai kak Brigitta!^^ ini first komenku wkwk. Monologue yang bagus, juga cocok untuk curcol. Hehe tetep semangat nge-blog yaa. FIGHTING!!
BalasHapusTerimakasih, kak denis. Sudah mengunjungi blog saya. Doakan ya kak, semoga saya menulis cerita yang lebih bagus lagi ya... :-)
BalasHapusTerimakasih, kak denis. Sudah mengunjungi blog saya. Doakan ya kak, semoga saya menulis cerita yang lebih bagus lagi ya... :-)
BalasHapusTerimakasih, kak denis. Sudah mengunjungi blog saya. Doakan ya kak, semoga saya menulis cerita yang lebih bagus lagi ya... :-)
BalasHapus